Kamis, 27 Juni 2013

Makalah Psikologi Kepribadian : Fromm&Sullivan

A.    Sejarah Tokoh
v  Formm
Ada beberapa pengalaman yang mempengaruhi pandangan Fromm,  Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Ayahnya sering murung, sedangkan ibunyasangat sering tertekan. Sehingga masa kanak-kanaknya sangat tidak nyaman. Namun keluarga Fromm juga seperti Jung, yaitu keluarga yang sangat religius (Yahudi Ortodoks). Beberapa pengalaman yang ia lihat setidaknya ada dua yang sangat mempengaruhinya. Yang pertama ketika ia melihat seorang gadis yang cantik, menarik, dan juga seorang pelukis. Ketika ayah gadis ini meninggal, ia bunuh diri dan meninggalkan pesan bahwa ia ingin dikuburkan dengan ayahnya. Peristiwa itu mendorong Fromm untuk bertanya mengapa hal itu terjadi. Peristiwa kedua adalah ketika Perang Dunia I. Pada usia 14, ia melihat nasionalisme yang ekstrim. Dia mendengar pesan disekitarnya : Jerman, atau lebih tepatnya, Kristen Jerman adalah besar; Mereka (Inggris dan sekutu mereka) adalah bayaran yang murah. Ia membenci  'histeria perang,' takutnya.  Dari pengalaman-pengalaman yang membingungkan ini, Fromm mengembangkan keinginan untuk memahami kodrat dan sumber tingkah laku irasional. Dia menduga hal itu adalah pengaruh dari kekuatan sosio-ekonomis, politis, dan historis secara besar-besaran yang mempengaruhi kodrat kepribadian manusia. Sesuatu yang irasional--irasionalitas iatemukan beberapa jawaban, kali ini dalam tulisan-tulisan Karl Marx.  Kemudian ia menerima gelar PhD dari Heidelberg pada tahun 1922 dan memulai karir sebagai psikoterapis. Ia pindah ke Amerika Serikat tahun 1934 dan menetap di New York, dimana dia bertemu banyak pemikir besar pengungsi lain yang berkumpul disana, termasuk Karen Horney. Menjelang akhir karirnya, ia pindah ke Mexico City untuk mengajar. Dia telah melakukan penelitian yang cukup besar ke dalam hubungan antara kelas ekonomi dan tipe kepribadian. Ia meninggal pada tahun 1980 di Swiss.
v  Sullivan
Harry Stack Sullivan lahir di suatu daerah pertanian dekat Norwich, New York, tanggal 21 Februari 1892, dan meninggal tanggal 14 Januari 1949 di Paris, Perancis dalam perjalanan pulang dari pertemuan eksekutif board dari world Federation for Mental Health di Amsterdam. Ia menerima ijazah medis dari Chicago College of medicine and surgery pada tahun 1917, dan bekerja sama dengan tentara selama Perang dunia I, setelah perang ia menjadi officer medis dari Federal Board for Vocational Education dan kemudian menjadi officer pada Publik Health Service. Tahun 1922 Sullivan berangkat ke rumah Sakit St. Elizabeth di Washington DC dimana ia berada di bawah asuhan William Alanson White, pimpinan American Neuropsychiatry. Dari tahun 1923 sampai awal tahun tigapuluhan ia berasosiasi dengan Medical School of the University of Maeeyland dan dengan Sheppard and Enoch Pratt Hospital di Townson, Marryland.Disitu merupakan periode kehidupannya dimana Sullivan menemukan Schizhophrenia yang kemudian memapankan reputasinya selaku clinician. ia meninggalkan Marryland dan membuka kantor di Park Avenue di New York City. Pada saat itu ia memulai training analisa dengan Clara Thomson, seorang pelajar dari Sandor Ferenczi. Ini bukanlah pembukaannya yang pertama kepada Psikoanalisa. Ia menghabiskan kurang lebih 75 jam dari analisa, sementara ia masih menjadi mahasiswa kedokteran. Pada tahun 1936, ia membantu dan menjadi direktur dari The Washing ton School of Psychiatry. Journal Psychiatry mulai dipublikasikan pada tahun 1938 untuk mempromosikan teori Sullivan tentang relasi-relasi interpersonal. Ia menjadi ko-editor dan kemudian menjadi editor sampai ia meninggal
B.      Teori atau Definisi Kepribadian
v  Fromm:
Definisi atau teori kepribadian menurut Fromm adalah perpaduan unik antara pemikiran Freud dan Karl Marx. Dimana Freud menekankan pada ketidakasadaran, faktor biologis, represi dan sebagainya. Dengan kata lain Freud menekankan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor biologis. Sedangkan Marx lebih menekankan pada faktor lingkungan yang mempengaruhi manusia. Fromm menambahkan dari kedua faktor tersebut, yang cukup asing bagi mereka. Yaitu, Freedom. Fromm menyatakan bahwa dapat melampaui determinasi yang dikatakan oleh Freud dan Marx. Faktanya Fromm memberikan sebuah gagasan bahwa Freedom sebagai karakter yang utama atau pusat dalam kehidupan manusia.
v  Sullivan:
Sullivan berulang kali menekankan bahwa personality itu merupakan suatu kesatuan hipotetis yang murni, ‘suatu illusi’, yang mana tidak dapat diobservasi atau dipelajari secara terpisah dari situasi interpersonal. Bagian yang dipelajari ialah situasi interpersonal dan bukannya si individu. Tatanan kepribadian (The Organization of personality) lebih mencakup ‘interpersonal’ ketimbang hal-hal intra psikis. Kepribadian hanya dimanifestasikan pada saat individu bertindak dalam relasi terhadap satu atau lebih orang lain. Akan halnya individu itu sendiri tidak perlu dipermasalahkan, pada kenyataannya ia dapat berupa illusi atau figure yang bukan sesungguhnya.
C.    Struktur Kepribadian
v  Fromm:
Fromm menjelaskan beberapa cara manuisa untuk memperoleh kebebasanya, yaitu:
1.      Authoritarianism: Fromm mengatakan bahwa manusia dapat memperoleh kebebasannya dengan berbaur dengan orang lain. Ada dua cara untuk berbaur dengan orang lain, pertama adalah menjadi patuh untuk mengikuti oranglain yang memiliki wewenang lebih. Kedua, membuat kewewenangannya sendiri yang membuat orang lain patuh.
2.      Destructiveness: Para kaum Authoritarians sangat merespon pandangan ini. Dimana ada sebuah ilustrasi yang dapat menggambarkan perolehan kebebasan ini. Yaitu perkataan bahwa “Jika, tidak ada saya, maka siapa yang dapat menyakiti atau menyaingi saya?” yang kedua adalah “jika saya menghancurkan dunia ini, maka siapa yang dapat menyakiti saya?”. Menurut Fromm, pandangan ini merupakan penyebab dari kebrutalan, kekerasan, bunuh diri dan sebagainya.
3.      Automaton Conformity: Pada bagian ini, Fromm menegaskan bahwa manusia memperoleh kebebasannya melalui orang lain disekitarnya. Ilustrasinya adalah, apabila mereka memutuskan untuk memakai baju pada pagi hari, dengan melihat pakaian orang lain membuat rasa frustasi mereka hilang. Maka. Apabila mereka bersikap seperti sekelilingnya, kemudian menghilang dari kerumunan mereka tidak perlu mengakui kebebasannya.

v  Sullivan:
Sulivan tegas menyatakan sifat dinamik  kepribadian, sehingga merendahkan konsep Id-ego-super ego-dll. Dia juga memberi tempat penting dalam teorinya beberapa aspek kepribadian yang nyata-nyata stabil dalam waktu yang lama.
1.      Dinamisme (The dynamism). Dinamisme adalah pola khas tingkah laku yang menetap dan berulang terjadi yang menjadi ciri khusus seseorang. Tranformasi  tingkah laku itu bisa terbuka (dapat diamati) atau tersembunyi (dalam fikiran atau khayalan).
2.      Personifikasi (personification). Personifikasi adalah suatu gambaran mengenai diri atau orang lain yang dibagun berdasarkan pengalaman yang menimbulkan kepuasan atau kecemasan.
3.      Sistim self (self-sytem). Merupakan bagian dinamisme yang paling kompleks. Suatu pola tingkah laku yang konsisten yang mempertahankan keamanan interpersonal dengan menghindari atau mengecilkan kecemasan. Sistim ini mulai berkembang pada usia 12-18 bulan, usia dimana anak mulai belajar tingkah laku mana yang berhubungan, meningkatkan atau menurunkan, kecemasan.

D.    Dinamika Kepribadian
v  Fromm:
Fromm percaya bahwa ketidaksadaran social dalam diri manusia adalah cara yang paling baik untuk menjelaskan sistem dalam kehidupan manusia. Fromm memberikan lima pandangan kepribadian, yaitu
1.      Receptive Orientation. Type ini mendapatkan sesuatu seperti : cinta, pegetahuan, dan kesenangan yang berasal dari orang lain
2.       Exploitative Orientation. Type ini menggunakan cara-cara licik dan kekerasan untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
3.      Hoaring Orientation. Type ini mengutamakan keamanan dan perasaan pribadinya. Perilaku kikir tidak hanya untuk uang dan materi tetapi juga untuk emosi dan pikiran
4.      Marketing Orientation. Type ini berbasis pada komoditas pasar. Kesuksesan dan kegagalan tergantung seberapa baik kita dapat menjual diri kita. Keterampilan, pengetahuan, dan intergritas bukan hal yang terlalu penting. Kepribadian kita yang baik sangat dipentingkan.
5.      Productive Orientation. Type ini mengasumsikan kemampuan kita untuk mewujudkan potensi kita dalam mengembangkan diri. Productivitas tidak hanya sebatas kreativitas dalam hal materi tetapi juga sikap kita yang dapat kita capai. Kombinasi antara produktive dan nonproductive merupakan hal yang terbaik.

v  Sullivan:
Sullivan berpendapat bahwamanusia sebagai sistem energy memiliki pengurangan ketegaggan yang diperoleh dengan kebutuhannya. Ketegangan dan perilaku ini dapat menghilangkan proses kognitif, persepsi dan berfikir.
1.      Ketegangan (tension)
Ketegangan muncul secara bertahap dalam rentang relaksasi. Yaitu: Euphoria, Anxiety (Gangguan), dan Somnolent Detachment (Gangguan tidur).
2.      Modes of Experience
Adalah proses kognitif manusia. Proses atau pengalaman kognitif manusia menurut Sullivan dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, mengikuti alur perkembangan dan kemasakan organisme, yakni prototaksi, parataksi dan sintaksis.
a.       Prototaksi: Adalah rangkaian pengalaman yang terpisah-pisah yang dialami pada masa bayi,dimana arus kesadaran (pengindaraan, bayangan dan perasaan) mengalir kedalam jiwa tanpa pengertian “sebelum” dan sesudah.
b.      Parataksis: Kira-kira pada tahun kedua , bayi mulai mengenali persamaan atau perbedaan peristiwa, disebut pengalaman parataksis. Pada tahap ini bayi mengembangkan cara berpikir melihat hubungan sebab akibat, assosional peristiwa yang terjadi pada saat yang bersamaan atau peristiwa-peristwa yang detailnya sama, tetapi hubungan itu tidak harus logis.
c.       Sintaksis: Berfikir logikdan realistik, menggunakan lambang-lambang yang diterima bersama, khususnya bahasa-kata-bilangan.
E.     Perkembangan Kepribadian
v  Fromm:
Personalit/y Development in Childhood. Fromm mengemukakan 3 mekanisme hubungan perseorangan (interpersonal relatedness), yaitu:
1. Symbiotic relatedness, mekanisme pada anak-anak untuk memperoleh rasa aman di mana anak-anak tetap dekat dan bergantung pada orang tuanya.
2. Withdrawal-destructiveness, mekanisme pada anak-anak untuk memperoleh rasa aman di mana anak-anak menjaga jarak diri terhadap orang tuanya.
3. Love, bentuk interaksi orang tua anak dimana orangtua menberi reapon dan rasa aman serta tanggung jawab yang seimbang.
v  Sullivan:
Personality over the time: The Developmental Epoch (Kepribadian sepangjang waktu: Perkembangan sepangjang zaman)
Tahapan
Periode
Pencapaian Utama
Perkembangan Negatif
Infancy (masa bayi)

0-18 bulan
Sejak lahir, sampai dapat berbicara dengan jelas.
-Mulai mengorganisasikan pengalaman.
-Belajar untuk mencapai suatu kepuasan dari kebutuhannya.
- Butuh pengamanan karena masih memiliki sifat ketidakacuhan dan bertindak sendiri (somnolent detachment).
Childhood (masa awal kanak-kanak)

18 bulan-4 tahun
Dimulai sejak dapat berbicara sampai berinteraksi di kelompoknya.
-Belajar mengenali orangtua.
-belajar untuk bertoleransi (mengganti kepuasan yang satu dengan yang lain)
- perilaku “seolah-olah/as if”. Yaitu merasionalisasikan apa yang ada, dan mengalami masa-masa yang menyenanngkan.
Juvenile Era

4-8 atau 10 tahun
Dimulai sejak dapat berinterkasi dengan kelompok, hingga memiliki sahabat.
-Belajar bekerjasama dan berkompetisi.
-belajar untuk menaati aturan.
-stereotipe
-penolakan dari pergaulan
- penghinaan
Pre-adolescence

8 atau 10-12 tahun
Dimulai sejak memiliki sahabat sebagai permulaan dari pubertas dan kebutuhan seksual.
-belajar menyayangi orang lain dan dirinya sendiri sebagaimana baiknya.
- kesepian
Early Adolesence

(12-16 tahun)
Dimulai sejak pubertas untu menetapkan sebuah pola yang stabil dari perilaku seksual.
Integrasi untuk membutuhkan keakraban dan kepuasan seksual.
-pola yang tidak puas dari perilaku seksual.
Late Adolesence

(16-awal 20 tahun)
Dimulai sejak metapkan pola seksual untuk mengembangkan pengelolaan social, kejuruan dan aktifitas ekonomi sebagai orang dewasa
-integrasi dengan llingkungan social orang dewasa.
- menghargai diri sendiri
-personifikasi yang tidak akurat
-adanya suatu pembatasan dalam kehidupan.
Maturity

(>20 tahun)
-
Konsolidasi dari pencapaian pada tahap lalu.


F.     Psikopatologi/Perubahan Perilaku
v  Fromm:
Fromm mendefinsikan ada dua penyebab perubahan perilaku daalam diri manusia. yaitu:
1.      Necrophilous. Type ini lebih memikirkan masa lalu dan cenderung menyendiri. Pikiran utama mereka berpusat pada pembunuhan maupun kematian. Tidak semua orang liar seperti hal tersebut. Beberapa mungkin tampak tidak berbahaya meskipun mereka meninggalkan kehancuran emosional di masa lalu mereka.
2.      Biophilous. Type ini cinta akan kehidupannya dan tertarik untuk bertumbuh dan berkreasi. Mereka mencoba mempengaruhi orang lain, bukan dengan kekuasaan atau kekuatan melainkan dengan cinta, akal, dan contoh yang mereka berikan. Mereka prihatin dengan perkembangan orang lain dan berpandangan untuk menuju masa depan.

v  Sullivan:
Sullivan menyatakan bahwa semua gangguan atau perubahan perilaku disebabkan oleh kecemasan. Sulivan telah menemukan beberapa diagnosis dan treatment yang diperolehnya melalui pekerjaannya sebagai terapis di rumah sakit.  Salah satunya adalah Penelitian Schizophrenia. Sullivan memiliki kemampuan dalam menangani penderita Schizophrenia. Sullivan bersikeras bahwa penderita Schizophrenia dapat ditangani oleh terapis yang memiliki kesabaran, pengertian dan ketaatan dalam menangani pasian.

G.    Assessment & Reasearch
v  Fromm:
Penilaian:
Fromm menulis sedikit tentang teknik penilaiannya. Dia kadang-kadang disebut pengamat psikoanalitik tetapi tidak menawarkan temuan analitis tertentu atau studi kasus. Kolega dari fromm menunjukkan bahwa ia berfokus terutama pada komentar dari pasiennya yang mendukung teori-teorinya. Dia mungkin telah "lalai, tidak sabar, atau benar-benar meremehkan aspek pengalaman mereka yang tidak bertepatan dengan nya" intuitif" masalah mereka dan situasi”. Ada kemungkinan bahwa data fromm yang dikumpulkan dari pasiennya adalah sangat selektif .
Penelitian:
Dia tidak mengumpulkan data yang bersifat psikoanalisis dari pasien, namun kritik dari studi kasus yang dibahas dalam bab-bab sebelumnya juga berlaku untuk fromm. Tidak mungkin untuk menduplikasi dan memverifikasi pengamatan klinis Fromm atau kondisi di mana ia membuat mereka. Fromm tetap yakin akan nilai ilmiah dan kredibilitas studi kasus sebagai metode penelitian. Dia mengakui bahwa hasil tidak dapat diuji oleh metode eksperimental atau korelasional, tetapi bersikeras dapat diuji oleh analis berulang pengamatan mereka, tetap tidak mungkin bagi orang lain untuk mengulangi atau untuk menetapkan kondisi yang sama.
v  Sullivan:
Penilaian:
Sullivan merumuskan interview sebagai suatu sistem atau rangkaian sistem proses-preoses antar pribadi yang timbul dari observasi partisipan dimana penginterview mendapat kesimpulan-kesimpulan tentang orang yang diinterview
Penelitian:
Teori tentang hubungan antar pribadi menurut Sullivan sangat menekankan metode observasi partisipan. Data yang diperoleh dianggap sebagai hal yang sekunder, selanjutnya, ini berarti bahwa keterampilan dalam menyelenggarakan interview psikiatrik secara tatap muka atau dari hari ke hati merupakan sesuatu yang sangat penting. Interview Psikiatrik adalah istilah Sullivan untuk tipe situasi antar pribadi dan tatap muka yang terjadi antara pasien dan ahli terapi.
H.    Isu-isu
v  Fromm
Dalam gambaran Human Nature, Fromm berpendapat bahwa kita terbentuk dari masyarakat sosial, politik, dan karakteristik ekonomi, namun hal-hal tidak tersebut tidak sepenuhnya menentukan karakter kita. Dimana kepribadian kita tidak hanya terbentuk dari pengajaran orang tua, tetapi bisa saja terbentuk dari lingkungan sosial kita dan hal-hal yang kita pelajari di luar lingkungan keluarga. Dan kita bukanlah boneka yang bereaksi ketika benang bonekanya ditarik. Malah, kita memiliki mekanisme yang bisa membentuk karakter dan lingkungan sosial kita. Fromm mempercayai bahwa kita memiliki kecenderungan bawaan untuk, lahir, berkembang, dan menyadari kemampuan kita. Dan itu menjadi tugas utama kita di kehidupan kita. Walaupun Fromm menyarankan bahwa “Universality”  ­­­­­­­̶̶̶ suatu karakter sosial yang umum pada budaya tertentu ̶  dia juga percaya bahwa setiap orang itu memiliki keunikan. Dan Fromm tidak berpikir bahwa kita itu memiliki sifat bawaan yang baik atau jahat, melainkan kita dapat menjadi jahat, jika kita gagal untuk menyadari kemampuan kita.
v  Sullivan
Banyak pekerjaan klinis Sullivan terfokus kepada permasalahan orang yang didiagnosis schizopernia. Sullivan sangat berbakat dalam berkomunikasi dan mengerti orang-orang seperti itu. Sullivan bersikeras bahwa pasien tidak putus asa dan mereka mungkin sukses dirawat jika ahli terapi bersedia untuk bersabar, memahami dan jeli. Sullivan membangun sebuah ruangan khusus untuk pasien laki-laki penderita skizofrenia yang terisolasi dari keseluruhan  rumah sakit dan dikelola oleh pembantu pria yang dia pilih dan terlatih. Menurut Chapman, pada akhir tahun ditemukan bahwa  para pasien telah melakukan jauh lebih baik daripada yang lainnya yang menderita diagnosis yang mirip. Peningkatan sekitar 80%. Hal tersebut mematahkan teori-teori dari para peneliti sebelumnya yang mengatakan bahwa orang yang terkena skizoprenia tidak dapat disembuhkan.
I.       Komentar Kelompok
v  Fromm:
Menurut kelompok kami, teori Freedom yang ditekankan oleh Fromm memiliki pengertian yang kurang kompleks. Karena, pengertian dari Freedom sendiri belum dimiliki pada manusia tahap awal. Contohnya: anak yang masih berumur 3 tahun, masih harus mengikuti prosedur perkembangan pada tahap umurnya. Karena belum memiliki kemampuan kognitif maupun fisik yang cukup matang. Tetapi Fromm menjelaskan melalui pengertian yang cukup kompleks dalam dinamika kepribadian.

v  Sullivan:
Menurut kelompok kami, bagian yang paling kompleks yang dikemukakan oleh Sulivan adalah pada tahap perkembangan, dimana berawal dari masa bayi sampai dewasa. Sullivan juga menjelaskan dinamika kepribadian yang jelas berdasarkan perilaku manusia.




J.      Daftar Pustaka
Hall, Calvin, et al. 1985. Introduction To Theories of Personality. New Jersey: John Wiley dan Sons, inc.
Pervin, L.A, Daniel C, Oliver P. John. 2005. Personality Theory and Research 9th edition. New Jersey: John Wiley& Sons, inc.
Schultz, D, Sidney. E.S. 2005 Theories of Personality 8th edition. California: Wadswoth
http://webspace.ship.edu/cgboer/frommtest.html
Hall, Calvin, Lindsey Gardner. 2005. Teori-teori Psikodinamik. Jakarta: Kanisius.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar