Halaman

Sabtu, 29 Juni 2013

Observasi Matakuliah Psikologi Perkembangan

Observasi Anak
Kelompok 14

Nama                           : NA

Jenis kelamin              : Perempuan

Tempat/Tgl lahir          : Medan / 26 Desember 2008

Usia Kronologis          : 4 tahun 5 bulan 7 hari

Pendidikan                  : playgroup (sudah masuk tapi si anak tidak mau sekolah)

Kedudukan dalam keluarga    : anak ke2 dari 3 bersaudara

Tgl. Observasi             : 3 Juni 2013
 
Komponen Observasi- Perkembangan Psikososial Early Childhood

1. Memahami Emosi
a. Mengusik  pada saat bermain → kelompok mencoba mengambil mainan yang
sedang dipegang sang anak
Hasil : (bila diminta secara baik-baik si anak akan memberikan namun jika diambil secara paksa anak akan menjerit)

b. Menceritakan hal hal yang menakutkan → kelompok menceritakan sebuah cerita menakutkan dan mempperhatikan reaksi anak
hasil : (anak lari dan menjerit ketakutan menutup mukanya dan menghampiri ibunya)

c. Mengajak anak pergi tanpa ibu atau ayah nya → kelompok mengajak anakpergi tanpa mengikutsertakan ayah atau ibu sang anak dan memahami respon anak setelah ajakan itu dimunculkan
hasil : (tidak menangis dan bisa mandiri ketika kedua orangtuanya pergi tanpa ada memanggil2 ibu nya sampai datang lagi ke rumah)
2. Indikator Anak yang Mudah Berkominukasi
a. Apakah di lingkungan sekolah dia akrab atau dekat dengan teman sebayanya?
Hasil : (Bisa berkomunikasi diantara sesama teman bermainnya di dekat rumah, mereka bermain bersama dan si anak mengeluarkan semua mainannya di rumah untuk bisa bermain bersama teman-teman sebayanya)
Atau malah menjadi pendiam?
Hasil : (Tidak, malah si anak aktif)
b. Apakah dia mengerti terhadap perintah yang kita sampaikan ?
Misalnya, kita meyuruh menghidupkan televise
hasil : (ya, mengerti. Ketika diperintahkan mengambil botol tempat minum dan membuang sampah pada tempatnya si anak sudah bisa melaksanakannya)
                                       
c. Saat dia berbicara kepada kita, kemudian kita sengaja membelokkan maksud pembicaraanya;apakah dia menekankan maksud pembicaraannya kembali?
Hasil :(Ya, dia menyuruh mendengarkan ceritanya terlebih dahulu sampai dia selesai berbicara, ketika ia menceritakan kegiatan ia pergi bersama ayahnya kemarin sore)

3. Pendekatan Berbasis Sosoalisasi
Dalam hal ini anak biasanya anak memiliki sosok atau model yang menyerupainya yang dalam hal ini anak mendapatkan peran gender dengan model pengamatan nya misalnya ayah atau ibu. Misal, kelompok menanyakan cara berdandan seperti yang pernah ia lihat dari ibunya, “putri suka dandan gag?” Hal tersebut menantang si anak dari sisi gender yang dimilikinya. Pada umumnya anak memperhatikan apa saja yang dominan dilakukakan ayah atau ibunya, dan hal apa saja yang paling sering dilakukan orantuanya bersamanya.
Hasil : (ya, bahkan si anak meminta memakai eyeshedow ketika hendak pergi bersama ibunya. Itu semua ia lakukan karena sering melihat ibunya memakai eyeshedow)

4. Dimensi Sosial Permainan
Kelompok memperkenalkan permainan ular tangga yang sebelum nya belum pernah
dia mainkan → kelompok memperhatikan respon perkenalan permainan tersebut
dan memahami keterlibatan nya dalam salah satu kategori permainan
Hasil : (ketika dihadapkan dengan permainan ular tangga si anak belum bisa memahami apa maksud dari permainan itu, namun ketika di hadapkan dengan permainan alib jongkok dan petak umpet si anak sudah bisa memahaminya)
                  
5. Bentuk Disiplin
Kelompok menanyakan apa saja makanan yang dilarang dikonsumsi si anak → kelompok menawarkan si anak makanan yang dilarang orang tuanya untuk dikonsumsinya. Misal: Putri mau coklat gag?” kelompok memperhatikan responsi anak terhadap aturan atau menguji kedisiplinan si anak
Hasil : (untuk masalah disiplin si anak masih tergantung kepada emosi atau mood nya untuk melakukan hal yang di perintahkan, terkadang si anak akan menurut dan terkadang tidak menurut perintah yang disuruh, menurut observasi kelompok kami ia melaksanakan itu tergantung dari mood nya apabila ingin melakukan hal yang diperintahkan kalau tidak mau ia akan merajuk dan menangis)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar